MENTERI PERTANIAN TINJAU LOKASI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI LMDH RIMBA PELANGI
Ditulis oleh Administrator
Jumat, 08 Januari 2010 11:30
KUNJUNGAN MENTERI PERTANIAN DI LMDH RIMBA PELANGI
KPH SUMEDANG
Kerjasama kandangisasi ternak
sapi antara Perum Perhutani KPH Sumedang dengan LMDH merupakan representasi
pemecahan masalah yang timbul bagi peternak disekitar hutan dan kerusakan hutan
yang diakibatkan penggembalaan liar, seperti disampaikan Administratur Perum
perhutani KPH Sumedang, Ir. Bambang Catur Wahyudi, MM pada saat memberikan
laporan dalam kegiatan kunjungan Menteri Pertanian didampingi Bupati Sumedang
dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ke LMDH Rimba Pelangi di petak
27b RPH Ujungjaya BKPH Ujungjaya KPH Sumedang (Senin, 4 Januari 2010) “Perum Perhutani
KPH Sumedang memfasilitasi para peternak disekitar kawasan hutan diwilayah
Kecamatan Ujungjaya dengan menyediakan seluas ± 300 Ha areal kawasan hutan
untuk centralisasi kandang dan penyediaan pakan rumput secara tumpang sari,
luasan areal tersebut disesuaikan dengan jumlah populasi ternak sapi di wilayah
Kecamatan Ujungjaya yang mencapai 3000 ekor”.
Menteri Pertanian (H. Suswono) memberikan arahan dalam kunjungannya di LMDH Rimba Pelangi KPH Sumedang
Sampai saat ini kerjasama dibidang
peternakan dilaksanakan baru dengan dua LMDHyaitu LMDH Rimba Pelangi Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya dan LMDH
Harapan Jaya Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya, upaya dan dorongan berbagai
pihak sangat menunjang, salah satu bukti dukungannya Pemerintah Kabupaten
Sumedang pada tahun 2008 lalu memberikan bantuan awal sebanyak 54 ekor sapi dan
biaya untuk pasilitas kandang serta pembuatan kebun rumput unggul yang
dilengkapi fasilitas irigasi kecil kepada LMDH Rimba Pelangi dan tahun 2009 dorongan pemerintah diberikan melalui bantuan
dari Direktorat Jenderal Pelestarian Lingkungan dan Air (PLA) Departemen
Pertanian sebesar 150 juta yang dialokasikan untuk pembuatan kebun rumput
seluas ± 30 ha sehingga pada tahun 2009 LMDH Rimba Pelang berhasil meraih
prestasi sebagai juara I lomba Kelompok Agribisnis sapi potong TK. Jawa Barat.
Menteri pertanian didampingi Bupati Sumedang dan Adm. Perum Perhutani KPH Sumedang saat meninjau lokasi kandang sapi LMDH Rimba Pelangi
Pemerintah Kabupaten Sumedang
sendiri menaruh harapan besar kepada LMDH Rimba Pelangi dan Kelompok Peternak
lainnya dalam upaya peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang
sampai saat ini diperkirakan mencapai 10 ribu ekor / tahun.
Mengawali sambutannya Menteri
Pertanian menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang
sebesar-besarnya kepada Perum Perhutani KPH Sumedang dan Pemda. Kab. Sumedang
yang telah melakukan upaya kerjasama yang sangat baik yang merupakan solusi
sebagai jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dimana
Kabinet Indonesia Bersatu IIbertekad
pada tahun 2014 Indonesia diusahakan bisa Swasembada daging sapi, berbagai langkah
dan upaya Pemerintah untuk itu antara lain, Pembatasan berat sapi import max
350 kg yang bertujuan agar ada proses penggemukan sehing tercipta lapangan
kerja bagi masyarakat, memperketat soal penyakitsehingga daging maupun sapi yang masuk ke
Indonesia terjamin kesehatannya dan memenuhi tiga aspek yang dikenal ASU (
aman, sehat dan utuh ), menciptakan program untuk membantu masyarakat/petani
antara lain, program Lembaga Mandiri yang Mengakar Dimasyarakat (LMDK) melalui
program peternakan, program Sarjana Membangun Desa (SMD).
Mengakhiri sambutannya Menteri
Pertanian berharap kerjasama yang dibangun dengan baik dapat dikelola secara
berkesinambungan sehingga hasilnya bisa dirasakan sampai ke anak cucu, terhadap
tegakan kayu kehutanan supaya masyarakat turut menjaga melalui progran PHBM
yang digulirkan Perhutani.
Direktur Utama Perum Perhutani
tinjau lokasi pengembangan tanaman buah naga oleh LMDH Simpay Tampomas di Desa
Cibeureum Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang pada tanggal 30 Desember 2009
didampingi Kepala Biro Kelola SDH Perum Perhutani unit III Jawa Barat dan
Banten Ir. Arief Setiadjati dan Administratur KPH Sumedang, Ir. Bambang Catur
Wahyudi, MMdalam kesempatan tersebut
hadir pula anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sumedang, Sarifudin.
Dirut Perum Perhutani sangat
apresiatif dan simpati dengan kegiatan pengembangan tanaman buah naga oleh LMDH
Simpay Tampomas pada sebagian areal lahan bekas galian pasir di sekitar kaki
Gunung Tampomas, upaya LMDH Simpay Tampomas merupakan kontribusi langsung terhadap
pelestarian lingkungan dan keberhasilannya berdampak terhadap peningkatan perekonomian
anggota LMDH pada khususnya.
Seperti dikatakan ketua LMDH
Simpay Tampomas ( Uha, 60 Th ) “ Kegiatan penanaman buah naga oleh LMDH Simpay
Tampomas pada lahan seluas ± 0.50 Ha dilakukan secara tumpang sari dengan HMT
rumput gajah, ini sejalan dengan kegiatan usaha produktif LMDH Simpay tampomas
lainnya yaitu pengembangan ternak kambing PE, keterkaitan yang saling mengisi
diantara kedua sektor ini dimanfaatkan LMDH Simpay Tampomas dimana rumput yang
dihasilkan dari kegiatan tumpangsari untuk pakan ternak dan sebaliknya kotoran
ternak dipergunakan untuk pupuk pada tanaman buah naga”.
Dikatakannya pula bahwa buah naga
memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi tapi sayang produktifitas masih kecil
karena tanamannya masih sedikit sampai
dengan saat ini permintaan pasar masih belum terpenuhi semuanya hanya cukup
untuk memenuhi permintaan pasar lokal saja, kedepan apabila didukung dengan
biaya serta ketersediaan lahan memungkinkan adanya peningkatan hasil panen.
Usai berdiskusi dan melihat
lokasi tanaman buah naga LMDH Simpay Tampomas Dirut beserta rombongan
dipersilakan mencicipi buah naga dan susu segar kambing PE.